- July 28, 2025
- Posted by: ISSF
- Category: Publikasi
Buku ini menyajikan berbagai potret dan sekaligus perwujudan program Pengembangan dan Pemberdayaan (PPM) PT. Arutmin Indonesia Tambang Batulicin tahun 2024. Didalamnya berisi tentang beragam program pengembangan masyarakat yang PT. Arutmin Indonesia Tambang Batulicin yang dikategorikan sebagai program inovasi sosial dengan beberapa indikatornya, Serta program unggulan di delapan bidang mulai dari pendidikan, kesehatan, tingkat pendapatan riil atau pekerjaan (pembinaan kegiatan ekonomi menurut profesi masyarakat), kemandirian ekonomi, sosial budaya, pemberian kesempatan kepada masyarakat setempat untuk ikut berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan kehidupan masyarakat sekitar tambang yang berkelanjutan, pembentukan kelembagaan komunitas masyarakat dalam menunjang kemandirian, dan pembangunan infrastruktur yang menunjang PPM, serta program PPM lainnya.
Program inovasi sosial yang PT. Arutmin Indonesia Tambang Batulicin angkat kali ini bercerita tentang Sasirangan Mangrove, Merajut Pesona Kain Tradisional dan Alam. Program Sasirangan Mangrove, Merajut Pesona Kain Tradisional dan Alam adalah inisiatif inovatif Penerapan teknologi dalam pemanfaatan sumber daya lokal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pascatambang. Salah satu contoh nyata adalah optimalisasi pengembangan Kelompok Sasirangan Mangrove.
Industri sasirangan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat yang tidak bisa diremehkan. Hampir ratusan industri rumah tangga berskala menengah, dan mikro kecil tumbuh subur di Kalimantan Selatan dengan pendapatan keseluruhan mencapai jutaan bahkan milyaran rupiah perbulan. Tidak terkecuali sasirangan pesisir ala mangrove. Sesuai dengan namanya, sasirangan ini dibuat dari bahan mangrove sehingga menjadi daya tarik wisata di Desa wisata Mangrove Pulau Burung Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu. Pengrajin sasirangan ala mangrove telah mengembangkan usahanya sejak tahun 2010.
Perkembangan usaha “Kelompok Sasirangan Pulau Burung” diawali tahun 2010 dengan beberapa kali pelatihan pembuatan sasirangan, dimana permodalan masih dibantu oleh CSR PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin. Peralatan dan bahan tersedia dan telah dimiliki oleh kelompok tersebut, meskipun masih sederhana.
Tahun 2019 pengembangan usaha dibantu oleh lagi oleh PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin dalam Program PPM (Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat) dengan pembuatan rumah produksi sasirangan dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). IPAL tersebut untuk mengurangi dampak limbah sasirangan terhadap lingkungan.
Tahun 2020 hingga sekarang usaha mulai berkembang dengan banyaknya orderan atau pesanan yang diterima. Bahkan sekarang telah terbentuk kelompok usaha sasirangan dengan nama “Kelompok Sasirangan Pulau Burung” yang beranggotakan ibu-ibu di desa Pulau Burung. Beberapa anggota sudah memiliki keterampilan untuk membuat sasirangan berbahan mangrove serta membuat motif baru. Dari sisi pemasaran, kelompok usaha tersebut telah melakukan usaha pemasaran melalui jaringan mulut ke mulut, jaringan keluarga, jaringan rekanan, dan juga melalui media sosial.
Tahun 2024 PT. Arutmin Tambang Batulicin telah menjalankan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) tidak hanya terbatas pada inovasi sosial, tetapi juga mencakup program unggulan lain yang bersifat edukatif dan pemberdayaan. Program unggulan ini didasarkan pada delapan aspek, yaitu insfrastruktur, lingkungan, kemandirian ekonomi, kelembagaan komunitas, pendidikan, pendapatan riil, kesehatan, dan sosial budaya.

Selain itu, buku ini menyajikan kontribusi setiap program yang telah dijalankan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Target Pembangunan Berkelanjutan dan pengungkapan dalam Global Reporting Initiative (GRI), sehingga dapat dijadikan sebagai tolak-ukur keberlanjutan program.
lengkapnya Download PDF disini.
